Pengaruh Beauty Influencer dan Nilai Emosional Terhadap Brand Lavojoy
Keywords:
Beauty Influencer, Minat Beli, Nilai EmosionalAbstract
Transformasi teknologi akibat revolusi industri modern memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu indikasinya adalah meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia, yang pada tahun 2024 mencapai sekitar 221 juta orang, dengan tingkat penetrasi sebesar 79,5%. Generasi Z menjadi kelompok dominan, memperlihatkan kecakapan tinggi dalam teknologi dan media sosial, dengan sekitar 167 juta pengguna aktif. Perubahan ini memunculkan strategi pemasaran digital yang lebih efektif dan efisien, seperti Influencer Marketing, yang dinilai lebih hemat biaya dibandingkan promosi konvensional.
Salah satu contoh penerapan strategi ini dilakukan oleh merek perawatan tubuh Lavojoy, yang berkolaborasi dengan influencer Tasya Farasya dalam mempromosikan produknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh daya tarik, keahlian, kredibilitas, dan kepercayaan influencer terhadap niat beli mahasiswa di Universitas Negeri Makassar. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 184 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik dan kredibilitas influencer berpengaruh signifikan terhadap niat membeli, sementara keahlian tidak memiliki pengaruh yang berarti. Sebanyak 67,3% variasi dalam niat pembelian dapat dijelaskan oleh strategi pemasaran melalui influencer. Temuan ini menegaskan pentingnya memilih influencer yang mampu menarik perhatian serta dipercaya audiens. Penelitian di masa mendatang disarankan untuk memperluas karakteristik responden serta mengeksplorasi variabel lain yang memengaruhi niat pembelian konsumen.
Downloads



